Episode Reshuffle Jokowi

Beberapa waktu silam, ribut dan gonjang-ganjing soal isu reshuffle. Ada beberapa nama menteri yang terindikasi akan didepak dan diganti dengan yang baru oleh Presiden. Salah satunya adalah nama Rini Soemarno. Menteri BUMN yang dipilih dan dikenal dekat dengan Megawati Soekarnoputri itu konon dianggap sebagai pengkhianat oleh Partai pendukung Jokowi: PDIP.
Bahkan, sinyal Mendagri Thahjo Kumolo yang mengatakan bahwa ada menteri yang menghina presiden itu kuat mengarah pada nama Rini Soemarno. Di jagat dunia maya, hal itu menyebar sangat cepat. Ada menteri

Soal Jokowi

Pasca pilpres dimenangkan oleh Jokowi-JK dengan perolehan yang terbilang tipis, harus diakui kondisi perekonomian dan banyak bidang lainnya mengalami penurunan. Aneka janji yang diucapkan oleh Jokowi sendiri selaku capres ketika itu, atau para pendukung Jokowi, belum banyak terelasir sampai saat ini. Ambil contoh sederhana, saat Jokowi kampanye di suatu daerah, kemudian bertemu dan ngobrol dengan salah seorang tukang ojek, Jokowi berjanji tidak akan menaikkan harga BBM. Faktanya, selepas menjabat sebagai presiden RO, hal pertama yang dilakukan oleh Jokowi adalah menaikkan harga BBM. Hal itu menjadi kian dramatis, ketika kenaikan harga BBM itu terjadi di tengah turunnya harga minyak dunia.

Catatan (Lagi) Dari Hati

sudah lama nian agaknya blog ini terbengkalai. Tanpa tulisan ataupun berita sebagaimana mestinya. Dua atau tiga tahun ini adalah masa yang sulit. Paceklik ide dan juga semangat. keduanya seakan hilang ditelan oleh waktu, rutinitas, atau apalah yang jarang kupahami. Seringkali ku berkata pada diri sendiri, bahwa tugasku adalah menulis. Bahwa tugasku adalah menuang gagasan. Bahwa tugasku adalah berbagi. Namun hal itu, dialog-dialog itu tidak mampu memapah hati untuk berdiri tegak dan berlari.
Semakin hari, langkah semakin terserak. Semakin berat untuk melangkah. Semakin berat dan takut untuk mengayuh biduk menuju hari demi hari yang akan datang. Mungkin karena sudah lama tertidur, hingga berat

Cerita tentang Pilpres


Di luar dugaan, untuk Pilpres kali ini hanya menyajikan dua pasangan capres dan cawapres saja. Semua capres yang dijagokan oleh beberapa partai peserta pemilu dengan sendirinya gugur dan hanya menyisakan Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK sebagai pasangan capres-cawapres yang resmi bertarung di pilpres. Pneggalangan partai-partai Islam dan yang berbasis massa islam untuk bersatu dan membentuk poros baru pun tidak sepenuhnya berhasil. Semua partai islam dan berbasis massa islam selain PKB, merapat ke kubu Prabowo-Hatta.
Saya tadinya berharap bahwa akan ada

Pesantren dan Paradigma Tempat Sampah

Maaf bila judul di atas terkesan kasar. Hanya saja, itulah kenyataan yang ada. Bagaimana paradigma beberapa kalangan masyarakat tentang pesantren yang (masih) dianggap tempat sampah. Dianggap sebagai tempat anak-anak bermasalah.
Pesantren adalah sama dengan lembaga pendidikan yang lain seperti sekolah. Pesantren adalah tempat untuk mendidik anak-anak didik mereka menjadi manusia yang lebih baik, berkepribadian, berpengatahuan, dan memiliki skill serta kemandirian.
Secara kualitas, pendidikan di pesantren jauh lebih baik ketimbang sekolah reguler yang hanya mulai dari pagi, dan maksimal sampai sore. Di pesantren

Soal Korupsi: Beda SBY, Beda Abraham Samad

Dalam peringatan hari antikorupsi sedunia yang jatuh pada 10 Desember silam, Presiden SBY berpidato di depan jajaran dan punggawa pemerintahannya. Dalam pidato tersebut, SBY mengklasifikasikan koruptor menjadi dua  bagian. Yang pertama adalah yang memang berniat korupsi. Artinya dengan sadar bahwa ia menjadi koruptor. Kemudian yang kedua adalah korupsi yang tidak diniati oleh pelaku.
Dalam kasus yang pertama, lanjut SBY, negara harus tegas dalam memberika hukuman. Sedangkan untuk kelompok yang kedua, justru sebaliknya, negara harus hadir dan

Politik DInasti Dan Masalah Etika

Era reformasi melahirkan banyak hal baru dalam kancah perpolitikan negeri ini. Sesuatu yang mungkin belum pernah ada di era Orde Lama ataupun Orde baru. Banyak yang bermuatan nilai positif seperti pembatasan masa jabatan. Namun, tren positif itu ternyata bisa juga diakalin. Inilah hebatnya manusia Indonesia.
Hasil perhitungan cepat pilkada Tangerang, mencatut pasangan Zaki-Hermawan sebagai yang pertama dengan perolehan suara sebesar 57,23%.

← Previous Page

Total Pageviews

About

Admin. Powered by Blogger.