Beberapa saat lalu, saya tergoda untuk mencari tahu, apakah Jokowi itu adalah seorang Freemasonry atau bukan. Sebagaimana yang diketahui oleh banyak kalangan, bahwa selama kampanye, mantan walikota Solo itu sering menggunakan salam tiga jari khas anak-anak metal. Dan salam tiga jari itu konon adalah salam khas yang digunakan oleh anggota Freemason yang melambangkan tanduk setan. Sosok yang konon mereka puja.
Namun, bila hanya berdasarkan asumsi ini, belum tentu bisa dijadikan sebagai dasar yang kuat bahwa
Jokowi adalah pengikut Freemasonry. Pasalnya, simbol itu sudah terlalu familiar di kalangan masyarakat luas. Bisa jadi, seorang ABG yang belum mengerti apa-apa soal Freemason, menggunakan salam tiga jari khas anak metal itu. Mungkinsama dengan Jokowi yang faktanya adalah juga penggemar musik metal.
Jokowi adalah pengikut Freemasonry. Pasalnya, simbol itu sudah terlalu familiar di kalangan masyarakat luas. Bisa jadi, seorang ABG yang belum mengerti apa-apa soal Freemason, menggunakan salam tiga jari khas anak metal itu. Mungkinsama dengan Jokowi yang faktanya adalah juga penggemar musik metal.
Ada baiknya, kita melihat ke perjalanan Jokowi selama menjadi walikota Solo. Di Solo, Jokowi terdaftar secara resmi sebagai anggota Rotary Club. Lembaga sosial yang konon adalah bentukan dari Freemason. Selain Jokowi, ada pula tokoh daerah yang turut menjadi anggotanya yaitu, Purnomo.
Bahkan, belakangan istri Jokowi, Iriana dilantik menjadi anggota kehormatan Rotary Club Cabang Solo.
Fokus kegiatan Rotary Club adalah bergelut di bidang sosial-kemanusiaan. Rotary Club sendiri terbentuk pada tahun 1905 di Chicago, AS. Dan pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1927 di kota Yogyakarta.
Dalam konsep Rotary Club, agama tidak dijadikan standar dalam setiap pemilihan anggotanya. Semua agama memiiki kedudukan yang sama. Tepatya, pluralis. Dan uniknya, sistem keanggotaan Rotary Club tertutup. Semua kebijakan diatur langsung oleh Rotary Internasional dan bersifat mengikat kepada semua anggotanya.
Selain itu, buruh atau masyarakat kelas dua tidak diperkenankan untuk menjadi anggota mereka. Hanya orang berada yang berhak menjadi anggota Rotary Club.
Freemason sendiri konon dikabarkan sudah punah dari muka bumi. Namun agaknya hal itu meragukan. Pasalnya, semenjak awal berdirinya Freemasonry memang adalah organisasi tertutup. Hanya untuk kalangan tertentu. Dan hanya orang Yahudi tulen yang bisa menduduki jabatan di tingkat tertentu. Sehingga, bisa jadi gerakan Freemason tetap menjadi gerakan bawah tanah.
Well, sulit membuktikan secara resmi bahwa ada keterkaitan antara Freemason dengan Rotary Club. Sejauh ini tidak sangkut paut secara resmi antara Rotary Club dengan Freemasonry. Dan, selama ini Rotary Club juga bekerja di bidang sosial-kemanusiaan. Hanya saja, sebagian dari anggota Rotary Club disinyalir memiliki keterkaitan secara personal terhadap gerakan Freemasonry. Dan lagi-lagi hal ini belum bisa dijadikan bukti kuat keterkaitan Rotary Club dengan Freemasonry. Mungkin, ada hal yang disembunyikan, saya tidak tahu. Kesamaan yang bisa diendus adalah lambang Rotary Club yang membentuk Bintang David lambang khas Zionisme. Namun, bukankah banyak lembaga keagamaan bahkan, di Indonesia yang juga menggunakan lambang hexagonal? Pelik memang.
Jadi, apakah Jokowi adalah anggota Freemasonry, saya hanya bisa menjawab wallahu a'lam. Hanya Allah SWT yang Maha Tahu perihal kondisi semua makhluk-Nya. Saya sendiri juga adalah anti-Freemason dengan agenda New World Order-nya. Namun, kita juga tidak bisa gegabah menuduh seseorang tanpa bukti yang jelas.
Lantas, yang kemudian harus dilakukan sebagai umat Islam adalah menjaga dan memperkuat akidah dan menegakkan perintah, aturan dan kalimat Allah SWT. Wassalam.
Lantas, yang kemudian harus dilakukan sebagai umat Islam adalah menjaga dan memperkuat akidah dan menegakkan perintah, aturan dan kalimat Allah SWT. Wassalam.

Leave a Reply