Ahok: Cina, Kristen dan Dilema Rhoma Irama

Sudah agak basi memang. Namun sepertinya pemicaraan ini akan terus ada selama pemilihan kepala daerah secara langsung diselenggarakn di Indonesia. Rakyat yang multi etnik, terdiri dari berbagai macam ras, suku, budaya, dan juga agama serta kepercayaan, menjadi kelebihan sekaligus cobaan tersendiri bagi Negara sebesar Indonesia. Isu-isu SARA akan senantiasa memainkan perannya yang
sensitif dalam setiap hal yang krusial, termasuk dalam pemilihan kepala daerah. Tidak terkecuali dalam Pilgub DKI yang masih akan digelar pada tanggal 20 September 2012 mendatang. Meski masih setengah bulan lagi, namun aroma persaingan sudah semakin memanas. Ditambah isu SARA yang digulirkan oleh Si Raja dangdut, Rhoma Irama.
Beberapa waktu silam, dalam sebuah kultumnya di sebuah masjid, Rhoma Irama mengatakan bahwa sebagai umat Islam wajib memilih pemimpin yang seakidah. Jangan memilih pemimpin yang kafir. Dengan demikian, Rhoma Irama cenderung menyarankan mengajak untuk mencolok Foke dalam Pilkada nanti, dan jangan memilih Ahok karena dua alasan. Pertama karena dia krsiten dan sebagai orang beriman haram hukumnya memilih pemimpin kafir. Tidak hanya itu, Rhoma Irama juga mengataka bahwa Jokowi itu adalah orang Cina. Ketika dikonfrontir di Indonesian Lawyers Club, Rhoma Irama mengaku bahwa informasi itu ia dapatkan dari internet, tanpa disertai data yang valid  berkenaan alamat web yang menjadi sumber rujukan Rhoma Irama. Saya yang ikut menonton ketika itu, hanya bisa tersenyum tipis sambil geleng-geleng kepala. Internet itu anonim Bung.
Ketika dikonfrontir bahwa bukankah Jokowi yang Cagubnya itu orang Islam, sedangkan Ahok hanya wakilnya saja, Bang Haji menjawab bahwa Cagu dan Cawagub adalah satu paket. Apabila nanti Jokowi terpilih menjadi Gubernur dan karena sesuatu hal berhalangan secara tetap memimpin Jakarta, maka sesuai dengan UU yang berhak menggantikan posisi Jokowi adalah wakilnya, Ahok. Dan inilah yang menjadi dilema berat bagi Rhma Irama.
Rhoma Irama berpegangan pada dalil Quran Surat An-Nisa 144. Allah SWT berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?"  
Saya haqqul yakin bahwa ayat itu tidaklah salah. Ayat itu memang benar. Namun apakah Rhoma Irama sudah benar dalam menafsirkannya? Nanti dulu. Sebab memang ada prasyarat yang harus dipenuhi untuk bisa menafsirkan ayat Al-Quran. Diantaranya adalah mahir berbahasa Arab. Ini adalah syarat mutlak. Apakah sudah terpenuhi? 
Sudahlah, terlepas dari hal itu, yang jelas akan lebih terhormat apabila di masjid yang notabene adalah rumah Allah SWT, Rhoma Irama hendaknya tidak berbicara fitnah. Tidak menelan mentah-mentah kabar yang belum jelas sumbernya. Bukankah itu adalah juga perintah Allah SWT untuk selalu mengcross-check kabar berita yang datang dari orang fasik. Wong, orang fasik saja harus dicross check, apalagi internet yang bisa saja penyebarnya adalah orang kafir.
Ehm, saya jadi bertanya-tanya, kalau di televisi Rhoma Irama pasti dibayar saat mengiklankan Coblos nomor satu alias Foke. Tapi, kalau di masjid ada nggak ya? Wallahu a'lam bi showab.

Comments

Leave a Reply

Total Pageviews

About

Admin. Powered by Blogger.