Alasan PKS Merapat ke Foke

Awalnya saya berharap bahwa di Pilgub DKI Jokowi akan bergandengan dengan salah satu calon dari PKS. Menurut saya, itu adalah sebuah kombinasi yang serasi. Jokowi yang sudah tenar dengan segenap prestasinya di Solo, dan juga PKS yang memiliki massa real, solid dan merupakan partai kedua terbesar di DKI. Saya yakin kombinasi ini akan sulit dilawan oleh banyak pihak. Sebagaimana di Pilgub DKI 2007 silam, bagaimana 20 partai sekaligus mengeroyok PKS, akan tetapi hasil akhir menunjukkan margin yang sangat tipis. Dan kemenangan ada di Kubu Foke.

Positif-Negatif Kemenangan Jokowi

Meski hasil penghitungan resmi PILKADA DKI belum disampaikan oleh KPU, namun hasil perhitungan cepat sudah 'memastikan' kemenangan berada di kubu Kotak-kotak, alias pasangan Jokowi-Ahok. 
Prosentase perolehan suaranya pun berjarak relatif jauh. Rata-rata hasil penghitungan cepat dari berbagai versi menghasilkan angka sekitar 7 persen, antara kubu Foke-Nara dengan Jokowi Ahok.

Dana Asing Untuk Densus 88

Selain mendapat pelatihan langsung dari AS, Densus juga mendapat kucuran dana langsung dari AS. Dalam situs World Policy Institut dimuat sebuah laporan mengenai bantuan AS ke Negara-Negara Asing paska peristiwa 11 Semptember (U.S. Military Aid and Arms Transfers Since September 11), Indonesia tepat berada di bawa India dan Pakistan sebagai negara penerima suntikan dana dari AS.

Menurut sumber World Policy Institut, Indonesia tahun 2006 mendapat kenaikan bantuan dari program IMET (International Military and Education Training) sebanyak 800.000 dolar AS yang pada tahun 2004 Indonesia hanya mendapat

Densus 88 Anti Teror dan Penanganan Terorisme Di Indonesia


Detasemen Khusus 88 Anti Teror atau Densus 88 adalah unit satuan khusus Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk penanggulangan terorisme di Indonesia. satuan khusus yang berkapasitas 400 personel ini mendapat pelatihan khusus dari mantan pasukan khusus AS dari FBI, CIA, dan U.S Secret Service. Satuan ini diresmikan oleh Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Firman Gani pada tanggal 26 Agustus 2004.

Detasemen berlambang burung hantu ini, personelnya direkrut dari polisi-polisi terbaik dari seluru Indonesia. Untuk mendukung operasional kerja anggota Densus 88, Detasemen ini dilengkapi dengan persenjataan lengkap dari AS, seperti senapan

Mertua Bayu, Babak Belur Dihajar oleh Densus 88

Tindakan represif Densus 88 ketika menangkap Bayu Setiono di rumah mertuanya di Karangnyar, sangat disayangkan oleh pihak keluarga. Pasalnya, Wiji Siswo Suwito, ayah mertua Bayu yang sudah lanjut usia, babak belur dipukuli oleh aparat Densus 88 yang bersenjata lengkap.
Wiji mengalami luka serius di bagian mata dan sebaguan muka akibat pukulan yang

Soal Teror: Farhan dan Muchsin Dikambing Hitamkan?

Ah, sudah lama sekali tidak ngeblog. Banyak kerjaan offline yang kudu selesai, sehingga membuat blog saya ini jadi terlantar.
Dua minggu terakhir sesaat menjelang dan pasca lebaran, Solo dan juga Indonesia kembali diguncang oleh peristiwa mencengangkan. Diawali tepat tanggal 17 Agustus 2012 silam, sebuah pos polisi di Gemblegan, Serengan, Solo ditembaki oleh orang tidak dikenal pada jam satu dini hari.

← Previous PageNext Page →

Total Pageviews

About

Admin. Powered by Blogger.