Suka Bokep? Pikir Lagi!

Menonton video porno menimbulkan banyak dampak negatif, seperti yang ada dalam seminar mengenai dampak pornografi terhadap kerusakan otak di Jakarta, ahli bedah syaraf dari Rumah Sakit San Antonio, Amerika Serikat, Donald L. Hilton Jr, MD mengatakan bahwa adiksi (kecanduan) mengakibatkan otak bagian tengah depan yang disebut Ventral Tegmental Area (VTA) secara fisik mengecil.

“Pornografi menimbulkan perubahan konstan pada neorotransmiter dan melemahkan fungsi kontrol. Ini yang membuat orang-orang yang sudah kecanduan tidak bisa lagi mengontrol perilakunya,” kata Hilton serta menambahkan adiksi pornografi juga menimbulkan gangguan memori. Kondisi itu, tidak terjadi secara cepat dalam waktu singkat namun melalui beberapa tahap yakni kecanduan yang ditandai dengan tindakan impulsif, ekskalasi kecanduan, desensitisasi dan akhirnya penurunan perilaku.

“Dan kerusakan otak akibat kecanduan pornografi adalah yang paling berat, lebih berat dari kecanduan kokain,”

12 fatamorgana tentang pornografi yang terlanjur tercipta secara tidak sengaja oleh otak kita:

1. Pornografi memberi makan pada “keinginan mata” dan “keinginan daging” yang tidak a

Ahok: Cina, Kristen dan Dilema Rhoma Irama

Sudah agak basi memang. Namun sepertinya pemicaraan ini akan terus ada selama pemilihan kepala daerah secara langsung diselenggarakn di Indonesia. Rakyat yang multi etnik, terdiri dari berbagai macam ras, suku, budaya, dan juga agama serta kepercayaan, menjadi kelebihan sekaligus cobaan tersendiri bagi Negara sebesar Indonesia. Isu-isu SARA akan senantiasa memainkan perannya yang

Pilgub DKI: Basuki Tjahaja Purnama

Nah, ini profil cawagub yang terakhir: Basuki Tjahaja Purnama atau yang dikenal dengan nama Ahok. Bagi warga Belitung Timur, Ahok dan keluarganya bukanlah nama yang asing. Dia pernah menjabat sebagai Bupat Belitung Timur pada masa jabatan periode 2005-2010.
Obsesi Ahok untuk menjadi pejabat publik adalah karena pesan dari mendiang ayahnya yang mengamanatkan Ahok beserta seluruh saudaranya untuk selalu membantu mereka yang kekurangan dan kesusahan. Sebagai anak, Ahok menepati apa yang diamanatkan oleh ayahnya tersebut. Hingga sampai di satu titik, Ahok

Pilgub DKI: Joko Widodo

Baik, setelah menayangkan profil singkat mengenai Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli, sekarang kita akan mulai menayangkan secara singkat pula profil lawan tandem Foke-Nara: Jokowi-Ahok.
Kita mulai dari Joko Widodo. Joko widodo yang kemudian lebih dikenal dengan Jokowi ini, merupakan seorang pengusaha eksportir mebel. Mulai terjun ke dunia politik dengan menjadi calon walikota Solo bersama FX. Rudi Hadyatmo sebagai waklinya, dari PDI Perjuangan pada tahun 2005.
Selama kepemimpinannya, Sol mendapatkan banyak sekali prestasi. Salah satunya yang paling fenomenal adalah pemindahan ribuan pedagang dari Banjarsari, menuju Semanggi. Mengapa fenomenal, sebab di saat para pemimpin daerah marak mengusir para pedagang PKL dengan menggunakan Satpol PP yang berujung dengan bentrok dan jerit tangis di sana-sini, Jokowi malah berhasil memindahkan

Alhamdulillah, Lebaran Kita Bareng

Alhamdulillah, lebaran tahun ini bareng-bareng. Kemenag menyatakan bahwa 1 Syawal 1433 H, atau Lebaran tahun ini jatuh pada tanggal 19 Agustus 2012. Sesuai dengan perhitungan yang dilakukan oleh Muhammadiyah jauh-jauh hari dengan metode Hisabnya. Entah sudah berapa lama kita sebagai umat islam di Indonesia tidak merasakan Idul Fitri bersama-sama, lantaran ada perbedaan dalam penentuan baik itu awal ramadhan maupun tanggal 1 syawalnya. Hal itu tidak hanya berlaku pada puasa ramdhan, akan tetapi juga pada penetapan tanggal 10 Dzulhijjah, penetapa kapankah puasa Arafah bisa dilaksanakan. 
Awal-awal penetapan tanggal 1 ramadhan menimbulkan perbedaan di kalangan kaum muslimin. Ditambah kondisi mendung yang meliput di hampir titik ru'yatil

Pilgub DKI: Nachrowi Ramli

Nahcrowi Ramli merupakan putra Betawi asli. Pria kelahiran Jakarta tanggal 12 Juli 1951, ini mnghabiskan karirya di dunia militer Angkatan Darat. Jabatan terakhirya sebelum pensiun adalah sebagai Kepala Sandi Negara 2002-2008. Ia lahir dan dibesarkan di kawasan Kramat Sentiong, Jakarta Pusat.
Selepas dari karir militernya, Nachrowi Ramli yang akrab disapa dengan Nara, kemudian aktif di dunia politik bersama Partai Demokrat. Ia kemudian terpilih secara aklamasi untuk menjadi Ketua DPD DKI Jakarta Partai Demokrat. Prestasi Nara kemudian adalah berhasil mendisiplinkan anggota partai yang akhirnya berhasil memenangkan suara pemilih Jakarta di Pemilu 2009 silam,

Pilgub DKI: Fauzi Bowo

Pemilkuada DKI putaran kedua semakin dekat. Tepatnya tanggal dua puluh september nanti, dua pasangan calon yang lolos dari putaran pertama yaitu Foke-Nara dan Jokowi-Ahok, akan bertarung lagi untuk menentukan siapa pemilik kursi DKI 1 dan 2 untuk periode 2012-2017.
Baik, kali ini saya hanya ingin menguraikan profil masing-masing calon. Tenang saja, saya berada jauh dari ibukota, dan saya bukanlah warga ibukota. Sehingga, secara administratif, saya tidak memiliki hak suara untuk ikut andil dalam Pemilukada DKI sekarang ini. Dengan demikian, bisa dikatakan saya tidak memiliki tendensi apapun dalam hal ini. Saya hanya ingin menguraikan profil masing-masing calon sebisa yang saya lakukan.
Sebagai pembukaan, saya ingin mempublikasikan profi si juara bertahan, calon incumbent, Fauzi Bowo atau lebih dikenal dengan Foke. Sebagaimana kita ketahui

17 Agustus 2012: Refleksi 67 Tahun Kemerdekaan RI



Ada yang menarik di HUT kemerdekaan RI tahun ini. Yaitu, peringatan kemerdekaan ini bertepatan dengan bulan Ramadhan, dan tanggal 17 agustus jatuh tepat pada hari jumat. Konon, momen ini sama persis ketika Bung Karno memproklamirkan kemerdekaan RI 67 tahun silam di Jl. Peganggsaan Timur no. 56, Jakarta.
67 tahun sudah Bangsa Indonesia menikmati alam kemerdekaan. Sebuah perjuangan panjang yang dilakukan oleh para pahlawan bangsa ini. Perjuangan panjang itu sudah dimulai semenjak zaman Tjoet Njak Dien ratusan tahun silam, kemudian secara beruntun perlawanan demi perlawanan menjamur dimana-mana, membebaskan diri kebiadaban bangsa Penjajah.  Menentukan nasib sendiri, dan bertekad untuk tidak lagi menjadi budak di negeri sendiri.
Perjuangan itu kemudian membuahkan hasil berupa Proklamasi Bangsa Indonesia oleh Bung Karno. Dibawah tekanan pemerintah dan rasa wa-was kalau Jepang suatu saat nanti akan mengaborsi kemerdekaan bangsa yang sementara.
Pasalnya, meskipun Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak oleh bom atom, akan tetapi

Next Page →

Total Pageviews

About

Admin. Powered by Blogger.