Pilgub DKI: Fauzi Bowo

Pemilkuada DKI putaran kedua semakin dekat. Tepatnya tanggal dua puluh september nanti, dua pasangan calon yang lolos dari putaran pertama yaitu Foke-Nara dan Jokowi-Ahok, akan bertarung lagi untuk menentukan siapa pemilik kursi DKI 1 dan 2 untuk periode 2012-2017.
Baik, kali ini saya hanya ingin menguraikan profil masing-masing calon. Tenang saja, saya berada jauh dari ibukota, dan saya bukanlah warga ibukota. Sehingga, secara administratif, saya tidak memiliki hak suara untuk ikut andil dalam Pemilukada DKI sekarang ini. Dengan demikian, bisa dikatakan saya tidak memiliki tendensi apapun dalam hal ini. Saya hanya ingin menguraikan profil masing-masing calon sebisa yang saya lakukan.
Sebagai pembukaan, saya ingin mempublikasikan profi si juara bertahan, calon incumbent, Fauzi Bowo atau lebih dikenal dengan Foke. Sebagaimana kita ketahui
bersama bahwa Foke adalah gubernur DKI hasil Pemilu tahun 2007 silam setelah menang tipis dari Adang Daradjatun yang hanya didukung oleh PKS.
Foke ketika itu didukung tidak kurang oleh 20 partai sekaligus. Foke dilahirkan di Jakarta tanggal 10 April 1948 silam. Sebelum menjadi gubernur, Foke adalah PNS Pemprov DKI hingga ketika zaman Bang Yos, diangkat menjadi wakilnya.
Nama lengkapnya adalah,  Dr.-Ing. H. Fauzi Bowo.
Sejarah pendidikan Foke adalah, SD St. Bellarminus, SMP Kolese Kanisius, dan SMA Kolese Kanisius. Kemudian Sepadya (Sekolah Pimpinan Adminsitrasi Tingkat Madya)1987, Sespasnas (Sekolah Staf Administrasi Nasional)1989, Lemhanas KSA VIII/2000, Kemudian melanjutkan ke fakultas teknik UI, Arsitektur bidang Perencanaan Kota dan Wilayah Technische Universität Braunschweig Jerman, Doktor-Ingenieur Technische Universität Kaiserslautern.
Berikut adalah riwayat pekerjaan dari Foke:
2007-2012 Gubernur DKI Jakarta
2002-2007 Wakil Gubernur DKI Jakarta
1998-2002 Sekretaris Wilayah Daerah (Sekwilda) DKI Jakarta
1993-1998 Kepala Dinas Pariwisata DKI
1986-1988 Pejabat Kabiro Kepala Daerah DKI
1982-1986 Pejabat sementara (Pjs) Kabiro Kepala Daerah DKI
1979-1982 Kepala Dinas Pariwisata DKI
1979-1982 Pelaksana tugas Kepala Biro Kepala Daerah DKI
1977 -1984 Menjadi staf pengajar di Universitas Indonesia
1976 Asisten Ahli Tech. Univ. Braunschweig
 
Soal prestasi, saya tidak tahu pasti. kekurangan Foke adalah, selama memimpin dikenal temperamental, suka marah-marah, arogan dan suka nggak dipikir dulu kalau ngomong. Banyak wartawan yang terkena semprotannya ketika mewawancarai Pak Gubernur satu ini. 
Di tengah jalan, Foke ditinggalkan oleh pasangan wakilnya yaitu Prijanto, dengan alasan yang masih kabur hingga saat ini. namun dengar-dengar katanya Prijato sudah melayangkan laporan indkasi korupsi Foke ke KPK. 
Akan tetapi, belakangan, demi mengimbangi lawannya di Pilgub DKI, Foke mendadak bermuka ramah. Sering senyum tidak sering sewot seperti biasanya. Semoga saja hal itu tidak hanya terjadi demi memenangi Pilkada saja. 
Di Pilgub kali ini, Foke bersama wakilnya Nachrowi Ramli dicalonkan oleh Parta Demokrat. Kabarnya, Foke mengakui bahwa ia mendapat restu langsung dari SBY selaku keua dewan pembina Partai Demokrat. 
Foke menduduki peringkat kedua, dengan total perolehan suara sebesar 1.476.648 suara. Di putaran kedua, amunisi dukungan Foke bertambah dari PPP, kemudian Golkar dan yang terakhir adalah PKS. Meski mendapatkan dukungan resmi dari ketiga partai tersebut, apakah kans Foke menjadi semakin lebar? Kita lihat saja nanti di tanggal 20 September 2012. Salam.
 

Comments

Leave a Reply

Total Pageviews

About

Admin. Powered by Blogger.