17 Agustus 2012: Refleksi 67 Tahun Kemerdekaan RI



Ada yang menarik di HUT kemerdekaan RI tahun ini. Yaitu, peringatan kemerdekaan ini bertepatan dengan bulan Ramadhan, dan tanggal 17 agustus jatuh tepat pada hari jumat. Konon, momen ini sama persis ketika Bung Karno memproklamirkan kemerdekaan RI 67 tahun silam di Jl. Peganggsaan Timur no. 56, Jakarta.
67 tahun sudah Bangsa Indonesia menikmati alam kemerdekaan. Sebuah perjuangan panjang yang dilakukan oleh para pahlawan bangsa ini. Perjuangan panjang itu sudah dimulai semenjak zaman Tjoet Njak Dien ratusan tahun silam, kemudian secara beruntun perlawanan demi perlawanan menjamur dimana-mana, membebaskan diri kebiadaban bangsa Penjajah.  Menentukan nasib sendiri, dan bertekad untuk tidak lagi menjadi budak di negeri sendiri.
Perjuangan itu kemudian membuahkan hasil berupa Proklamasi Bangsa Indonesia oleh Bung Karno. Dibawah tekanan pemerintah dan rasa wa-was kalau Jepang suatu saat nanti akan mengaborsi kemerdekaan bangsa yang sementara.
Pasalnya, meskipun Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak oleh bom atom, akan tetapi
sebagaimana dikatakan oleh Bung Karno bahwa kekuatan Nipon di Nusantara masih kuat, belum berkurang sama sekali.
Baiklah, itu sekilas tentang sejarah perjuangan bangsa yang berbuah kemerdekaan sebagaimana kita serapi sekarang ini. Kini, kita dilahirkan di zaman yang serba mapan. Tidak perlu lagi memanggul senjata, berpeluh keringat bahkan darah, berlari-lari meneriakkan yel-yel merdeka atau mati.
Alam kemerdekaan yang tidak sempat dikecap oleh para pahlawan yang telah berkalang tanah itu, telah menjadi kenyataan kehidupan kita sehari-hari. Akan tetapi, apakah cukup sampai disini, agaknya bukan.
Cita-cita para pahlawan bukanlah hanya semata-mata agar terbebas dari penjajah Belanda ataupun Jepang. Akan tetapi, bebas dari segala bentuk imperialisme dengan segalaw wajah dan rupanya. Sebagaimana dikatakan oleh Bung Karno ketika berkonfrontasi dengan Malaysia.
67 tahun sudah Indonesia merdeka, akan tetapi, seakan terasa kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia masih menjadi utopia. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, seakan menjadi mimpi dan tidak pernah teralisir. Bahkan, kecenderungan yang ada adalah, yang kaya semakin kaya sedangkan yang miskin semakin saja.
Para pejabat, sebagaimana kita tahu semua, secara dramatis kehilangan kredibilitasnya di mata para rakyat. Segala isu korupsi keluar-masuk menghiasi layar kaca berita. Perseteruan antara elemen penegak hukum pun, saling berebutan pengaruh, sesekali juga menjadi treding topic di banyak stasiu berita.
Pemilu dengan segala derivatifnya, seakan juga masih jauh dari cita-cita demokrasi yang bertujuan untuk memamurkan dan memberikan kesjahteraan bagi rakyat. Hanya suara terbanyak, yang merupakan salah satu elemen dari demokrasi, menjadi faktor yang selalu dikedepankan, dengan mengabaikan elemen yang lain yang lebih oenting, yaitu musyawarah untuk mufakat.
Dengan melihat kenyataan ini, bolehkah saya mengatakan kalau demokrasi sudah gagal untuk diterapkan di bumi Indonesia?
Cita-cita para pendahulu bangsa ini, adalah demi terciptanya kemerdekaan yang benar-benar hakiki. Terbebas dari penjajahan, bukan hanya bangsa asing, tapi juga penjajahan yang dilakukan oleh anak bangsa sendiri. Terbebas dari segala bentuk perbudakan dan imperialisme, baik itu oleh bangsa asing, maupun oleh suadar sebangsa sendiri. Setiap manusia itu sejajar dan egaliter. Allah SWT sendiri menetapkan bahwa kemuliaan setia manusia itu tidak dilihat dari bagaimana wajah, rupam kelas, pendidikan maupun kastanya. Akan tetapi, kemuliaan manusia itu dilihat dari ketakwaannya terhadap Allah SWT yang telah menciptakannya dengan segala bentuk kelebihan dan kekurangannya.
Keadilan masih menjadi barang mahal di negeri ini. Refleksi kemerdekan ini, saya berharap akan muncul para pemimpin bangsa yang adil, bijaksana, dan takut kepada Allah SWT. Menjadikan amanah sebagai harga mahal yang tiak bisa ditawar oleh apapun.
Dan di tahun 2012 ini, tepat tanggal 16 agustus saya kembali ngeblog sebagai sarana untuk berefleksi dan berbagi, Mohon doanya semoga lancar. Dan, merdeka!

Comments

Leave a Reply

Total Pageviews

About

Admin. Powered by Blogger.