Mertua Bayu, Babak Belur Dihajar oleh Densus 88

Tindakan represif Densus 88 ketika menangkap Bayu Setiono di rumah mertuanya di Karangnyar, sangat disayangkan oleh pihak keluarga. Pasalnya, Wiji Siswo Suwito, ayah mertua Bayu yang sudah lanjut usia, babak belur dipukuli oleh aparat Densus 88 yang bersenjata lengkap.
Wiji mengalami luka serius di bagian mata dan sebaguan muka akibat pukulan yang
dilancarka secara bertubi-tubi oleh Densus. Pria berusia 65 tahun itu dinilai melawan aparat saat Densus menggerebk rumahnya.
Wiji yang sempat diwawancarai oleh wartawan sempat mengatakan bahwa tadinya ia mengira yang datang itu adalah perampok. Pasalnya, mereka datang bergerombol dan segera mendobrak pintu rumah. Tidak hanya itu, pintu kamar dirusak dengan palu besar. Tangannya diborgol dengan lakban, dan ada jahitan di bawah matanya. 
Densus ketika itu juga mendongkan senjata tepat di wajah Wiji yang notabenenya adalah orang tua dan tidak membawa senjata apapun. 
kejadian itu juga disayangkan oleh LUIS atau Laskar Umat Islam. Selain kekerasan fisik yang dipamekan oleh Densus 88, penyergapan itupun tidak melalui prosedur resmi, seperti surat pemberitahuan, maupun surat penangkapan. hal ini sudah di luar prosedur, dan ini telah melanggar Hak Asasi Manusia. Wong koruptor saja yang sudah menyengsarakan kehidupan rakyat bangsa ini saja masih bisa dianggap manusia. Para koruptor itu, ketika akan ditangkap, menggunakan prosedur yang kelewat resmi. Mereka dipanggil, dan kalau tidak mau, akan dipanggil lagi. Tidak ada ceritanya, seorang koruptor digrebeg rumahnya, lalu dihajar dan segala perbotan rumahnya dihancurkan.
dan kepada Media, Wiji juga mengatakan bahwa ganti rugi yang diberika hanyalah uang sebesar satu juta rupiah. uang segitu, untuk biaya berobat saja tidak cukup. Ah, apakah memang aparat itu tidak bertanggung jawab?
Ah, Indonesiaku sayang, Indonesiaku malang....

Comments

Leave a Reply

Total Pageviews

About

Admin. Powered by Blogger.