Video Ahok yang memarahi anak buahnya lantaran masih menganggarkan sewa stan senilai 4 milyar untuk event PRJ mendapat tanggapam dari beberapa pihak. Bagi Ahok sendiri, harga sewa stan sebesar 4 milyar itu sudah terlalu mahal. Apalagi Pemda DKI merupakan tuan rumah. Seharusnya wajar apabila mendapatkan sewa stan gratis sebagaimana yang diinginkan oleh Ahok.
Pernyataan Ahok itu mendapatkan reaksi keras dari Aliman A'at, anggota DPRD dari Fraksi Demokrat. Aliman menilai bahwa keinginan Ahok untuk mendapatkan stan gratis itu adalah mimpi. Angka 4 milyar yang sudah dianggarkan oleh Pemda DKI, menurut Aliman sudah termasuk murah. Dan lagi, Pemprov DKI sudah mendapatkan keuntungan besar dari penyelenggaraan PRJ sampai sekarang ini. Tidak hanya sampai di situ, Aliman
A'at juga menantang Ahok untuk membuat event atau acara serupa PRJ.
Selama ini, penyelenggaraan PRJ dilaksanakan oleh JIExpo. Perusahaan yang berada di bawah kendali Hartati Murdaya ini dipercaya untuk menyelenggarakn hajatan besar warga DKI itu. Secara matematis, apa yang diinginkan oleh Ahok itu sebenarnya bukanlah bualan belaka. Intinya adalah, Pemprov sebagai tuan rumah seharusnya mendapatkan privilese dalam PRJ. Dan ini bisa menghemat anggaran belanja Pemprov.
Sehingga, dengan penghematan anggaran Pemprov, alokasi dana bisa digunakan untuk kemaslahatan rakyat DKI secara umum. Angka 4 milyar apabila digunakan untuk membangun sekolah atau jembatan, sudah bisa digunakan untuk memperbaiki ratusan jembatan rusak dan juga puluhan sekolah yang ada.
Dari kalangan umum, mendukung langkah yang diambil oleh Ahok ini. Bahkan, beberapa pihak menilai bahwa seharusnya PRJ tidak diserahkan secara monopoli kepada Hartati Murdaya.
Seharusnya penyelenggaraan PRJ tidak pernah merugi, atau tidak bisa merugi. Pasalnya, dana mengalir tidak hanya mengalir dari sponsor, atau partisipan yang menyewa stan. Akan tetapi, setiap rakyat yang masuk ke arena PRJ juga ditarik biaya masuk. Dengan demikian, tidak ada kemungkinan pihak EO mengalami kerugian.
Langkah Wagub Ahok ini agaknya perlu didukung. Pasalnya, angka 4 milyar bukanlah angka yang kecil. Apabila angka sebesar itu 'hanya' digunakan untuk membayar sewa stan, saya kok merasa mubazir. Angka sebesar itu bisa lebih bermanfaat dan digunakan untuk kemaslahatan rakyat banyak, khususnya DKI.
Seperti, untuk membangun sekolah, menambah koridor busway, memperbaiki transportasi umum, membantu siswa yang putus sekolah lantaran tidak ada biaya, atau bisa juga untuk membantu permodalam ukm.
Sehingga angkan sebegitu besarnya tidak mubazir hanya untuk menyewa stan dalam event PRJ, yang durasi waktunya hanya beberapa hari. Seharusnya, langkah ini juga didukung oleh pihak legislatif selaku mitra kerja pemerintah. Bukan malah marah-marah dan buru-buru menilai hal itu sebagai sesuatu yang tidak logis. Sehingga, dengan demikian, cita-cita untuk mewujudkan negeri gemah ripah loh jinawi bukan lagi utopis.
Dan untuk sampai ke sana, efisiensi anggaran dan birokrasi adalah langkah awal yang harus ada terlebih dahulu. Sekian.
Dan untuk sampai ke sana, efisiensi anggaran dan birokrasi adalah langkah awal yang harus ada terlebih dahulu. Sekian.

Leave a Reply