Beberapa hari yang lalu, komisi pemberantasan Aids menemukan fakta yang mencengangkan, bahwa beberapa pelajar di Situbondo mengadakan arisan seks. Dalam arisan itu, mereka yang menang akan mendapat giliran untuk berhubungan seks dengan seorang PSK. Hal itu didapatkan dari pengakuan seorang PSK berinisial YL. Sampai sekarang tidak je;as siapa saja pelajar yang ikut ambil bagian dalam arisan seks tersebut.
Fakta itu didapatkan ketika KPA melakukan rapid test ke sejumlah PSK yang ada di Situbondo. Nah, dari hasil test itu salah seorang PSK mengaku bahwa ia pernah di booking oleh pelajar yang menang arisan katanya. Akan tetapi, PSK tersebut tidak pernah mengenal nama pelajar itu.
Fakta itu tentunya hanya sebagian kecil yang terkuak di lapangan. Dari fakta itu saja sudah bisa diambil kesimpulan bahwa moral pelajar kita kian hari kian mengenaskan. Dan ini harusnya menjadi catatan bagi pihak keluarga sekolah dan juga pemerintah.
Dengan adanaya fakta ini, semakin menambah daftar atau catatan hitam pelajar sekolah di Indonesia. Mulai dari tawuran antar pelajar yang tidak kunjug usai, kemudian fakta bahwa banyak pelajar putri yang sudah tidak perawan dan beberapa di antaranya hamil di luar nikah, dan juga permasalahan narkoba yang kini juga banyak menjangkiti para pelajar kita dan kemudian sekarang permasalahan pelajar sudah merambah dunia pelacuran.
Dengan rendahnya perilaku moral para pelajar, maka itu berarti ada yang salah dengan tata kelola pendidikan di tanah air. Pelajaran bermuatan moral dan religius seperti pelajara agama, memang harus ditingkatkan. Tidak hanya cukup dengan dua jam pelajaran selama seminggu.
Jangan hanya mengedapankan aspek pelajaran sains belaka namun meminimalkan pelajaran moral dan akhlak. Ilmu pengetahuan tanpa agama itu buta, dan agama tanpa ilmu pengetahuan itu pincang, begitu kata Einstein. Dengan adanya peristiwa ini, hendaknya menjadi catatan penting bagi semua elemen bangsa yang peduli terhadap perkembangan generasi bangsa.
Saya yakin, fakta di atas hanya sebagian kecil dari ratusan atau bahkan mungkin ribuan fakta yang ada. Permasalahan pendidikan di Indonesia memang pelik. Seharusnya ini menjadi perhatian tersendiri dari pemerintah selaku regulator bangsa ini. Bila saja sejak pelajar mereka sudah mengenal arisan seks, bisa dibayangkan bagaimana bila mereka bertambah dewasa nanti? Apakah kita yang kini memiliki anak-anak kecil, ikhlas dan rela apabila anak-anak kita kelak dipimpin oleh orang-orang macam itu? Sekian.

Leave a Reply