Kalau Bang Haji Jadi Presiden

Wacana pencapresan Rhoma Irama, atau yang akrab dipanggil Bang Haji itu kian santer. PKB agaknya siap mengusung Rhoma Irama untuk maju menjadi Capres 2014. Tentunya setelah melalui mekanisme dan musyawarah yang diadakan oleh partai. PKB berpandangan bahwa Bang Haji sudah memiliki massa sebagai modal selanjutnya ketika memang benar-benar maju bertarung dalam Pilpres dua tahun mendatang.
Tidak hanya PKB, PKS pun konon kabarnya ikut memantau peluang Bang Haji maju sebagai Capres. Hal ini, sedikit banyak semakin meyakinkan Rhoma Irama untuk maju sebagai Capres 2014 yang menurutnya adalah paggilan jiwa dan merupakan amanah yang diberikan untuk membenahi moral bangsa. 
Ada banyak tanggapan muncul di media. Mulai dari yang positif, sampai yang berbentuk parodi  pun banyak bertebaran di media. Seperti, bahwa dari sebuah twitt, yang mengatakan bahwa apabila Bang Haji jadi presiden, maka dipastikan ia kerap tidak berada di istana, lantaran ia akan BERKELANA 1 dan BERKELANA 2.
Itu adalah salah satu dari sekian banyak joke atau humor yang dilontarkan berkenaan dengan pencalonan Bang Haji. Selain itu, banyak gambar-gambar parodi juga yang bertebaran di situs dan blog perihal majunya Bang Haji untuk Pilpres 2014.
Kemudian, ada pula yang mempertanyakan perihal bagaimana dengan ibu negara nantinya. Sebab, konon istri Bang Haji ini lebih dari dua. Yang mana yang nantinya akan didapuk sebagai Ibu negara. Apakah semuanya?
Menurut saya, tidak ada yang salah dengan pencalonan Rhoma Irama sebagai presiden. Mengacu pada undang-undang yang berlaku tentang syarat calon presiden, saya kira secara administratif Bang Haji pasti sudah sesuai dengan syarat yang diajukan oleh konstitusional. 
Kalau soal ongkos demokrasi yang konon nilainya bertriliunan rupiah itu, saya yakin dengan prestasi Bang Haji sebagai artis selama puluhan tahun, uang segitu mungkin bukan hal yang terlampau sulit untuk beliau.
Sepakat dengan Mushlihin, bahwa momen ini akan menjadi pembuktian (yang kesekian kalinya) hipotesa demokrasi, one man one vote. Satu orang satu suara, dan pendapat saya pribadi adalah sistem demokrasi macam itu belum layak untuk iklim budaya bangsa ini.
Apabila memang nanti Bang Haji terpilih menjadi presiden, maka Indonesia untuk pertama kalinya akan dipimpin oleh presiden yang berasal dari kalangan pesohor. Sebagaimana Amerika ketika dipimpin oleh Ronald Reagen, yang juga adalah seonag artis. Hanya saja bedanya, kalau Reagen itu hanyalah seorang aktor, sedangkan Bang Haji adalah penyanyi dangdut sekaligus aktor film. Jadi lebih multi talenta. Saya kemudian berandai-andai bagaimana apabila nanti wakilnya juga berasala dari golongan artis. Iwan Fals misalnya, atau Jaja Miharja.
Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk menjadi presiden bangsa ini. Saya bukan anggota ABRI (Anak Buah Rhoma Irama), dan saya tidak ngefans-ngefans amat sama Bang Haji. Ini hanyalah pendapat dan pandangan saya. Jadi, sudah siap memiliki presiden seorang artis?

Comments

Leave a Reply

Total Pageviews

About

Admin. Powered by Blogger.