Belakangan, kasus korupsi mencuat kemana-mana. KPK berhasil mengungkap banyak kasus korupsi yang ada di negara ini. Meski masih belum banyak, masih patut untuk diparesiasi kinerja KPK di bawah kendali Abraham Samad.
Di antara kasus korupsi yang ada, ada beberapa di antaranya yang menyedot perhatian publik secara masif. Yaitu kasus wisma atlit dan kasus mega proyek Hambalang. Uniknya, tersangka yang ditetapkan oleh KPK dari kedua kasus tersebut merupakan anggota inti dari Partai Demokrat. M. Nazarudin dan Angelina Sondakh untuk kasus wisma atlit, dan Andi Mallarangeng untuk kasus mega proyek Hambalang.
Ramadhan Pohan mengatakan bahwa KPK seharusnya jangan hanya tajam ke Demokrat namun tumpul ke yang lain. Ramadhan Pohan menginginkan agar KPK berlaku adil dalam penindakan kasus korupsi. Jangan hanya galak pada partai Demokrat saja. Tidak ada tebang pilih. Jadi, apakah selama ini memang KPK pandang bulu dalam pemberantasan korupsi?
Apabila kita review ke belakang, bukan hanya Demokrat yang telah menjadi 'korban' KPK. Beberapa partai besar seperti Golkar dan PDIP telah merasakan ketegasan KPK dalam memberantas korupsi. Banyak sudah kader partai besar itu yang berstatus tahanan KPK.
Bahkan, tidak hanya Golkar atau PDIP, partai yang memiliki jargon bersih, peduli dan profesional seperti PKS pun tidak lepas dari bidikan KPK. Begitu juga partai yang lain seperti PAN, PPP, Gerindra dan banyak lainnya.
Dari indikasi itu dapat disimpulkan bahwa tidak ada yang salah dengan kinerja KPK sejauh ini. Dan KPK sudah bekerja secara obyektif, meski sempat diragukan ketegasan saat pertama kali menangani kasus wisma atlit, century dan Hambalang. Dan bisa jadi itu hanya permasalahan teknis belaka.
Kader-kader Demokrat yang kini terjerat kasus korupsi dan berurusan dengan KPK hanyalah bagian kecil upaya pemberantasan korupsi di negeri ini.
Hanya saja jangan sampai ada ketidak-percayaan terhadap KPK sebagai institusi. Bagaimanapun, kini KPK adalah lembaga hukum yang masih mendapatkan kepercayaan dari publik bila dibandingkan dengan institusi hukum lainnya.
Apa yang dinyatakan oleh Ramadhan Pohan soal KPK yang fair, independen, transparan itu juga adalah harapan kami selaku warga negara. Dan bila memang benar-benar bersih dari korupsi, mungkin juga tidak perlu ada perasaan risih. Bila memang ada yang harus dibersihkan, jangan ragu. Demi nama baik diri sendiri dan kesejahteraan bangsa. Jangan sampai kita mengatakan bahwa hanya tukang sapu saja yang benar-benar bersih. Sekian.

Leave a Reply