Ternyata, bukan hanya Jokowi saja Kepala Daerah yang hobinya blusukan ke kampung-kampung kecil. Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan atau yang akrab disapa Kang Aher ini juga sudah melakukan hal yang sama semenjak pertama kali menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.
Pria kelahiran Sukabumi 19 Juni 1966, terpilih sebagai Gubernur Jabar setelah menang dalam Pilgub tahun 2009 bersama Dede Yusuf sebagai wakilnya. Kang Aher diusung oleh PKS dan Dede Yusuf diusung oleh PAN ketika itu.
Dalam sebuah wawancara di Majalah Tempo, Kang Aher mengatakan bahwa ia sudah biasa datang ke daerah, berbicara langsung dengan warga, sehingga memahami apa yang menjadi kebutuhan bagi setiap-setiap warganya. Karena saking padatnya dalam menemui warganya, nyaris dia tidak pernah berada di kantor. Waktunya habis digunakan mengecek kondisi lapangan. Kondisi real warganya.
seorang Jurnalis bernama Setialesmana pernah mengikuti blusukannya Kang Aher ini. Menurutnya, Kanga Aher lebih blusukan ketimbang Jokowi. 5 hari
dalam seminggu, dihabiskannya untuk mengunjungi seluruh kota dan kabupaten di Jawa Barat. Dalam sehari, Kang Aher paling tidak mengunjungi 4-5 lokasi per hari. Beliau adalah seorang pekerja keras. Start dari Bandung pukul 6 pagi dan baru kembali pada malam harinya. Meskipun selalu tidur di atas jam 12.00 malam, namun masih sempat menjadi imam memimpin shalat subuh berjamaah di Masjid Pakuan.
Dalam periode pemerintahannya pun, Jabar sudah mendapatkan tidak kurang dari 70 perhargaan. Inilah, blusukan yang menghasilkan kerja nyata. Tidak hanya jalan-jalan kesana kemari.
Kini, Ustadz lulusan LIPIA ini akan mencoba kembali peruntungannya untuk bertarung di Pilgub Jabar yang akan diselenggarakan pada Februari 2013. Kali ini, Dede Yusuf yang merupakan wakilnya memilih untuk menjadi pesaing, dan dicalonkan sebagai cagub dari Partai Demokrat. Dan untuk Pilgub Jabar ini, Kang Aher menggandeng seorang aktor kawakan, Deddy Mizwar sebagai wakilnya. Menurut Kang Aher, Deddy Mizwar adalah tokoh yang memiliki integritas, dan itulah yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin.
Yang dibutuhkan oleh bangsa ini adalah pemimpin yang sederhana, tidak banyak omong namun pekerja keras, dan mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan warga atau rakyat yang dipimpinnya. Sosok pemimpin yang peduli, turun ke lapangan tidak hanya pada saat kampanyanye saja, namun di setiap momen ketika kehadiran seorang pemimpin itu dibutuhkan.
Dua sosok pemimpin macam Kang Aher dan Jokowi lah yang secara figuratif dibutuhkan oleh bangsa ini. Di saat yang lain ikut-ikutan terbawa tren blusukan, Kang Aher di Jawa Barat dan Jokowi dketika di Solo, sudah memulainya terlebih dahulu tanpa mengharapkan sanjung puji. Pemimpin sejatinya adalah melayani, bukan dilayani. Wassalam.

Leave a Reply