Penetapan Andi Mallarangeng oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi megaproyek Hambalang, merupakan sebuah terobosan. Dalam sepuluh tahun dibentuknya KPK, baru kali inilah KPK berani menetapkan seorang menteri yang masih aktif menjabat sebagai tersangka.
Selain itu, penetapan Andi Mallarangeng sebagai tersangka juga membuktikan bahwa apa yang dikatakan oleh mantan bendahara umum Partai Demokrat, M. Nazarudin mulai terkuak kebenarannya satu per satu. Dan menurut Nazarudin, yang
seharusnya bertanggung jawab dalam proyek Hambalang adalah ketua umum Partai Demokrat, Ana Urbaningrum.
seharusnya bertanggung jawab dalam proyek Hambalang adalah ketua umum Partai Demokrat, Ana Urbaningrum.
Seorang pengamat politik, Andrinof Chaniago mengatakan bahwa nyanyian Nazarudin mulai terbukti kebenarannya. Ia juga menilai bahwa KPK tidak akan tinggal diam dengan penyebutan nama Anas Urbaningrum. KPK pasti akan bertindak.
Meski belum menyasar ke Anas, Andrinof yakin bahwa dalam waktu dekat KPK akan membidik Anas sebagai aktor intelektual dari kasus megaproyek Hambalang. Kasus Hambalang adalah kasus yang berantai. Dengan ditetapkannya Andi Mallarangeng sebagai tersangka, besar kemungkinan dugaan itu akan semakin dekat ke Anas.
Kasus megaproyek Hambalang mulai mencuat ke publik melalui nyanyian M. Nazarudin yang dijerat kasus Wisma Atlit. Nazarudin menudig bahwa biaya Kongres Partai Demokrat dan pemenangan Anas sebagai ketua umum diambilkan dari korupsi megaproyek Hambalang.
Anas kini masuk dalam daftar tunggu orang yang akan disidik oleh KPK. Dengan demikian, akan kita lihat apakah nanti Anas akan benar-benar bisa digantung di Monas?

Leave a Reply