Pertengahan November 2012 silam, media massa digemparkan oleh kabar bahwa Rhoma Irama siap maju untuk bertarung memerbutkan kursi RI 1. Di banyak media massa membahas tentang kemungkinan si Raja Dangdut itu untuk menjadi orang nomor satu di Indonesia.
Selepas Pilkada DKI September silam, nama Rhoma Irama ramai menjadi perbincangan publik. Bukan karena jumlah istrinya yang konon kabarnya berjumlah empat orang itu, namun karena ceramahnya di sebuah masjid yang dinilai bermuatan sara, dan menyudutkan salah satu pihak yang adalah Cawagub DKI Jakarta yang kini sudah menjadi Wagub DKI mendampingi Jokowi, yaitu Ahok.
Dalam ceramahnya itu, Si Raja Dangdut itu mengungkapkan bahwa haram bagi kaum muslimin untuk memilih pemimpin kafir. Pernyataan ini kemudian menyulut kontroversi di kalangan masyarakat luas, dan bahkan menjadi pemberitaan di media massa selama beberapa hari. Skaing pentingnya, pernyataan Rhoma Irana itu pun dibahas di forum yang diasuh oleh Karni Ilyas di TvOne.
Hal itu kemudian diakhiri dengan klarifikasi dari pihak Rhoma Irama kepada publik, bahwa apa yang disampaikannya itu merupakan firman Allah SWT, dan dia tidak memiliki tendensi apapun. KPU pun akhirnya menutup kasus tersebut, dengan kesmipulan bahwa tidak ada pelanggaran dalam kasus Rhoma irama tersebut.
Kini, pernyataan Rhoma Irama soal pencalonan dirinya menjadi Presiden, juga menuai kontroversi yang luas di kalangan masyarakat. Sebagian besar mengatakan secara diplomatis bahwa kalau memang merasa layak dan mampu menjadi seorang presiden, silakan saja maju. Nanti biar rakyat yang memilih.
Yang agak sadis mengatakan, bahwa sebelum ngurusin orang lain, lebih baik urus diri dan keluarga sendiri. :D
Rhoma Irama mengaku, bahwa ia terpanggil oleh kondisi bangsa Indonesia yang semakin turun tingkat moralitasnya. Selain itu, ia didesak oleh banyak ulama untuk maju menjadi panglima tertinggi bangsa ini dalam menyelamatkan bangsa Indoensia yang tercinta.
Pencalonan Rhoma akan bisa terwujud, apabila ada partai yang bersedia dipinang untuk menjadi kendaraan politiknya untuk maju di 2014 mendatang. Hal ini yang agaknya sulit. Pasalnya, hampir setia partai ploitik telah memiliki calon yang akan mereka usung untuk bertarung di kancah Pilpres 2014.
Selain itu, Rhoma sendiri mengakui bahwa poligami yang dilakukannya secara sirri kepada beberapa perempuan itu juga akan menjadi ganjalan tersendiri. Tapi, nggak ada salahnya untuk dicoba bukan? Merdeka!

Leave a Reply