Pramono Anung dalam sebuah wawancara dengan media Kompas, menyebutkan bahwa pertandingan antara Malaysia vs Indonesia adalah pertandingan El Clasico Melayu. Ibarat pertandingan antara Real Madrid vs Barcelona. Tidak hanya soal kalah menang, namun juga soal harga diri.
Agaknya anggapan ini benar. Pasalnya, pertemuan antara kedua tim selalu tidak sepi. Masing-masing suporter kedua tim selalu memberikan dukungan penuh. Ini adalah pertandingan yang tidak hanya panas di luar, namun juga di dalam. Selama pertemua kedua tim pula, tidak jarang terjadi bentrok antara kedua massa pendukung kedua tim. Bahkan
perang suporter antara dua bangsa serumpun ini sudah terjadi di dunia maya dua hari belakangan ini.
Bermain di hadapan pendukung fanatiknya, dipastikan Malaysia akan bermain all out. Lebih ringan dann lebih percaya diri. Terlebih lagi, kewajiban harus menang adalah harga mati bila tidak ingin menjadi penonton di negeri sendiri. Dengan mengantongi kemenangan dari Laos, membuat kepercayaan tim asuhan Raja Gopal ini semakin percaya diri.
Dari kubu timnas sendiri juga semakin percaya diri, setelah berhasil mematahkan rekor tidak pernah menang dalam melawan Singapura. Timnas Garuda hanya membutuhkan hasil seri untuk mengganransi tiket maju ke semifinal Piala AFF 2012.
Namun, karena ini adalah pertandingan sarat gengsi, dipastikan bahwa Timnas Garuda akan bermain All out. Membalas kekalahan yang diterima pada Piala AFF 2010. Meskipun memang berat menghadapi Malaysia yang bermain di depan pendukungnya sendiri. Namun itu agaknya tidak membuat nyali para pemain Timnas jadi ciut nyali.
Klasemen sementara Grup B dipimpin oleh Indonesia dengan 4 poin, hasil sekali menang dan sekali kalah. Kemudian disusul oleh Singapura yang menang selisih gola dari malaysia yang berada di posisi ketiga dan Laos sebagai juru kunci dengan satu poin.
Hari sabtu tanggal 1 Desember 2012, Stadion Bukit Djalil, akan menjadi saksi pertandingan El Clasico Melayu. Pertandingan sarat gengsi dan harga diri antara dua bangsa Melayu: Indonesia vs Malaysia. Saatnya untuk membalas kekalahan dan mengembalikan harga diri bangsa. Jadikan Malaysia sebagai penonton di negerinya sendiri. Itu harga yang pantas. Ganyang Malaysia!

Leave a Reply