Kurang lebih, terhitung baru lima minggu Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI, akan tetapi tantangan sudah ada di depan mata. Jakarta dikepung oleh banjir dimana-mana. Ratusan rumah tergenang, dan ribuan warga kembali
'menikmati' banjir rutin yang terjadi di setiap musim penghujan tiba.
Kemacetan dan banjir, adalah dua hal yang menjadi problem akut Ibukota. Kedua hal itu, sudah menjadi momok warga DKI selama puluhan tahun. Banyak hal yang menjadi penyebab mengapa banjir dan kemacetan tidak kunjung selesai. Banyak hal yang melatar-belakangi mengapa seakan-akan banjir dan macet mustahil untuk bisa diatasi.
Berkenaan dengan banjir, salah satunya adalah permasalahan klasik yaitu kontrol warga agar tidak membuang sampah sembarangan, apalagi di bantaran kali masih sangat rendah. Di pintu air Manggarai, secara ajaib akan Anda bisa temukan tidak hanya sampah plastik, namun juga spring bed atau tempat tidur ikut terhanyut disana. Hal itu kemudian membuat kemacetan arus air di pintu air, dan juga menyebabkan pendangkalan sungai.
Tidak hanya di kali, membuang sampah di got-got atau selokan juga menjadi penyebab utama kebanjiran.Pasalnya, air yang tidak lancara mengalir di selokan, lama kelamaan akan meluap, dan larinya pasti ke pemukiman warga.
Gubernur DKI yang semenjak awal sudah kesana-kemari blusukan ke kampung-kampung di DKI, sedang berpikir keras agar bagaimana banjir dan juga tidak lagi melanda DKI Jakarta. Salah satu usahanya adalah, dengan memberishkan pintu air dan juga memerintahkan dinas terkait untuk membersihkan kali secara rutin. Dia juga menghimbau kepada semua warga DKI agar secara rutin membersihkan kali dan got di daerahnya tinggal, paling tidak sebulan sebanyak dua kali.
Permasalahn banjir dan macet yang sudah terlajur akut itu memang tidak bisa diselesaikan dalam waktu sebulan dua bulan. Selain campur tangan Pemda DKI, juga dibutuhkan peran serta masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungannya menjadi faktor yang tidak kalah pentingnya.
Dalam sebuah wawancara ekslusif di sebuah media massa, Jokowi mengaku bahwa ia bukalah dewa yang bisa menyulap Jakarta menjadi lebih baik dalam waktu sekejap. Lebih jauh ia mengatakan bahwa ia bukanlah apa-apa tanpa bantuan dari warganya.
Meski Jokowi kalah cepat berpacu dengan banjir, semoga saja orang nomor satu di Ibukota itu bisa menyelesaikan permasalahan banjir dan juga macet secepat yang diharapkan oleh warga DKI yang sudah terlalu jengah dengan kondisi DKI yang tidak manusiawi seperti sekarang. Itu harapan saya sebagai sesama manusia, dan dari jauh, saya hanya bisa berucap amin.

Leave a Reply